Abstrak
Penelitian ini mengkaji dinamika hubungan perdagangan antara Filipina dan Amerika Serikat pada era kepemimpinan Presiden Bongbong Marcos sebagai Presiden Filipina yang ke-17. Tujuan utama studi ini Adalah untuk mengidentifikasi hambatan, tantangan, serta peluang yang mampu diaraih dalam hubungan bilateral kedua negara, dengan fokus khusus pada aspek politik, ekonomi dan keamanan. Menggunakan teori liberalisme dan interdependensi kompleks, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kerja sama ekonomi dan ketergantungan timbal balik dalam memengaruhi Kebijakan hubungan perdagangan antara Filipina dan Amerika Serikat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melibatkan analisis mendalam terhadap data dan informasi terkait kebijakan perdagangan, perjanjian bilateral, serta faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi hubungan pada masa kepemimpinan Presiden BongBong Marcos. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan dalam kerja sama perdagangan, hambatan seperti kebijakan proteksionisme dan ketidakstabilan ekonomi global terus menjadi tantangan signifikan yang terus mempengaruhi. Prospek masa depan menunjukkan adanya potensi pertumbuhan yang signifikan jika kedua negara dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut melalui dialog konstruktif dan reformasi kebijakan yang saling menguntungkan. Serta Keterbatasan pada jurnal ini ialah ketidak pastian hubungan antara Filipina dengan Amerika Serikat dikarenakan dinamika politik yang sering terjadi serta dampak penelitian ini adalah mampu mencoba menerka kelanjutan hubungan Filipina dan Amerika serikat melalui penemuan data yang ada di lapangan.
https://journal.binus.ac.id/index.php/BECOSS/article/view/12111




